Cara Membuat Abu Qi

Sebelumnya banyak yang mengeluh tentang sulitnya memperoleh Abu “Qi” sebagai bahan pembuatan cincau/janggelan. Biasanya Abu “Qi” dapat dibeli di toko-toko kimia atau kelontong.

Namun masalahnya tidak semua toko tersebut menjual Abu “Qi” terutama didaerah yang tidak terdapat pengrajin Cincaunya sebagai konsumen utama Abu “Qi”. Bahkan jika ditanya, merekapun tidak tahu apa Abu “Qi” itu.

Batang Padi

Sebenarnya mudah saja membuat Abu “Qi” sendiri, bahannya pun hanya merang/tangkai batang padi yang mudah didapat. Bila abu “Qi” susah didapat, maka sebagai gantinya dapat digunakan air “Qi” yang dapat dibuat sendiri dengan cara merendam abu merang padi di dalam air selama semalam.

Air rendaman tersebut kemudian dibersihkan dan disaring. Hasil saringan yang jernih, tidak berwarna dan terasa licin ini dikenal dengan istilah air “Qi”. Air “Qi” ini bersifat basa dengan pH (tingkat keasaman) sekitar 8-9. Nah, selamat membuat cincau sendiri.

Dipublikasi di Resep | Tag | 2 Komentar

Buku Cara membuat Cincau dan Olahannya

Buku Cincau

“Cara Pembuatan dan Variasi Olahannya”

Penerbit             : Agromedia Pustaka

Pengarang         : Setijo Pitojo & Zumiati

Harga                  : Rp. 24.300,00

Beli Online

Ringkasan Buku Cincau: Cara Pembuatan dan Variasi Olahannya

Kini, masyarakat semakin memahami dengan pola hidup sehat sehingga sebisa mungkin makanan yang mereka makan berasal dari bahan alami. Cincau bisa dijadikan alternatif minuman pelepas dahaga, terutama pada saat cuaca panas. Selain bisa menimbulkan rasa adem di kerongkongan, ternyata cincau juga berkhasiat sebagai obat. Selain bisa dinikmati langsung dengan menambahkan larutan gula dan santan, cincau bisa dikreasikan menjadi minuman atau masakan yang lebih menarik dan beragam. Buku ini menyajikan berbagai kreasi minuman dan masakan yang bisa dibuat dari cincau. Selain itu, diuraikan juga cara membuat berbagai jenis cincau dan mengenal karakteristik berbagai jenis tanaman cincau.

*****************************************************************

Buku Cincau hitam

” Olahan Cincau Hitam”

Pengarang        :  Tri Dewanti W Mubandrio

Penerbit            :  PT. Niaga Swadaya

Harga                 :  Rp.17,000,00

Beli Online

Dipublikasi di Uncategorized | 8 Komentar

Beberapa Produk Cincau kaleng dari Luar

Cincau luar

Cincau luar 2

Specification: 540g Canned Grass Jelly
Ingredients : Grass Jelly, Water, Starch
Net Weight:  540g
Drained Weight: ≥80%
Cans per Carton: 24cans
Cartons per 20’ft container: 1360ctns
Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Tinggalkan komentar

Cincau Hitam Ampuh Turunkan Panas Dalam

Tanaman Janggelan

JAKARTA – Cincau plus gula merah dan es batu paling enak disantap siang-siang saat panas. Meski terlihat sepele,bahan makanan ini banyak digunakan sebagai resep masakan tradisional yang terbuat dari ekstrak daun cincau. Jangan ditanya rasanya, karena konsumennya mulai dari kalangan bawah hingga atas. Mencarinya pun mudah, karena banyak dijual di pasar tradisional sampai pasar swalayan.

Awalnya tanaman cincau berasal dari Asia dan menyebar ke India, Birma, Indocina, Philipina sampai Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki ketinggian 75 – 2300 m di atas permukaan laut. Mesona palustris BL adalah bahasa latin untuk cincau hitam. Termasuk dalam famili Labiate.

Ciri-cirinya, berbatang kecil dan ramping, Pada ujung batang tumbuh batang-batang kecil, ada yang tumbuh menjalar ke tanah dan ada pula yang tegak. Memiliki bentuk daun yang lonjong, berujung runcing. Bentuk bunga mirip dengan kembang kemangi berwarna merah muda atau putih keunguan. Nah, dari daun dan batang inilah menghasilkan gelatin hijau kehitaman. Oleh karena itu dikenal dengan nama cincau hitam.

Kehadiran cincau hitam dalam resep minuman dingin sangat diharapkan untuk penciptaan padu padan warna yang menarik dan kontras, Apalagi jika cincau hitam tersebut disajikan bersama-sama dengan resep yang lain seperti buah-buahan, irisan kelapa muda, kolang-kaling, tape singkong dan lain-lain. Seperti yang kita bisa nikmati dalam bentuk es campur.

Tapi tahukah anda cincau tak hanya sedap untuk campuran minuman, di balik warnanya yang hitam pekat, cincau hitam ternyata memiliki banyak khasiat.

Secara tradisional, masyarakat Indonesia sudah meyakini cincau hitam baik untuk kesehatan. Bahan baku cincau hitam adalah ekstrak tanaman janggelan (mesona palutris) yang telah dikeringkan. Daun janggelan mengandung nilai gizi yang cukup baik per 100 gramnya, terutama juka ditinjau dari kandungan mineral dan vitaminnya.

Dari gizi, cincau hitam merupakan bahan makanan yang sangat minim kandungan gizinya. Kandungan terbesar adalah air, hampir mencapai 98%. Mengingat dalam proses pembuatannya ditambahkan mineral dan pati, cincau hitam mengandung sejumlah mineral dan karbohidrat dalam jumlah lumayan.

Tak heran banyak orang menggunakan cincau hitam sebagai resep makanan rendah energi untuk tujuan diet, baik karena alasan kesehatan maupun untuk keperluan melangsingkan tubuh. Cincau hitam dapat dimakan dalam jumlah banyak tanpa perlu khawatir menjadi gemuk.

Namun, meski sumbangan gizinya sangat kecil, kehadiran cincau hitam memiliki khasiat dapat menurunkan panas badan, panas dalam, mencegah gangguan pencernaan dan menurunkan tekanan darah tinggi. Cocok juga untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan. Hal ini terjadi karena cincau hitam memiliki kandungan karbohidrat, mineral (kalsium dan fosfor), vitamin A, B1, C, kandungan air yang banyak.

Masyarakat Indonesia sendiri mempercayai cincau hitam berkhasiat sabagai resep penurun panas badan, obat deman, obat sakit perut (perut mual), obat diare, obat batuk, pencegah gangguan percernaan dan penurun tekanan darah tinggi. Makanan penghilang dahaga nan menyegarkan ini juga bermanfaat untuk kesehatan karena ada kandungan serat larut air (soluble dietary fiber) yang terdapat di dalamnya. Di dalam tubuh, serat larut air dapat mengikat kadar gula dan lemak sehingga bermanfaat untuk mencegah penyakit seperti diabetes melitus, jantung, stroke.

Sedangkan di China dan Taiwan, cincau hitam yang dalam bahasa lokalnya disebut hsian tsao sangat populer untuk digunakan sabagai obat penurun tekanan darah dan obat diuretik. Di Korea Selatan, cincau hitam yang dicampur dengan rempah-rempah telah dipasarkan sebagai makanan kesehatan.

Kabar menggembirakan, bila selama ini kita telah mengenal vitamin E sebagai antioksidan yang cukup ampuh, tak disangka, ternyata ekstrak cincau hitam memiliki aktivitas antioksidan yang jauh lebih kuat dari vitamin E.

Lagipula cincau hitam tak mahal serta mudah diperoleh, mulai pasar tradisional hingga supermarket pun ada. Yuk, berkreasi makanan dari resep cincau hitam.

By Republika Newsroom
Dipublikasi di Uncategorized | Tag , | Tinggalkan komentar

ES BuaH Lambada

Bahan:

2 buah avokad, dikerok
7 buah nangka, dipotong2
150 gr cincau hitam, dipotong2
60 gr tape singkong
100 gr kelapa muda, dikerok lebar
25g r pacar cina, direbus
500 gr es serut

SirUP Gula:
200gr gula pasir
150ml air
** Rebus gula & air diatas api kecil sampai mengental. SIsiHkan. **

KuaH SAntan:

300ml santan dr 1btr kelapa
2lbr daun pandan
1/4sdt garam
** Rebus semua bahan kuah santan sambil diaduk2 sampai mendidih **

Cara Penyajian:

Tata buah. Sajikan dgn sirup gula, santan & es serut. Sajikan.

pandapenyet
Dipublikasi di Resep | Tag | Tinggalkan komentar

Cincau untuk Perawatan Tulang

kalsium

Cincau pada dasarnya sama sekali tidak berkalori, karena merupakan komponen serat larut tak cerna. Nilai kalorinya sangat ditentukan kalori bahan campuran yang ditambahkan saat kita menyantapnya, seperti santan, sirup gula. Oleh karena itu, cincau cocok dijadikan santapan diet untuk mengenyangkan perut ketika harus membatasi asupan kalori.
Meski daun cincau cukup kaya gizi, setelah menjadi gelatin ternyata yang tertinggal hanyalah mineralnya, yakni kalsium dan fosfor. Dalam setiap 100 gram daun cincau tersimpan 100 mg kalsium dan 100 mg fosfor. Setelah menjadi gelatin kandungan kalsiumnya menjadi 50 mg dan fosfor 15 mg per 100 gram.

Kalsium merupakan mineral yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang lebih besar dibanding mineral lainnya. Kalsium dalam tubuh sekitar 99 persen berada di dalam jaringan keras yaitu tulang dan gigi.

Sedangkan 1 persen kalsium berperan untuk mengatur fungsi sel, untuk transmisi syaraf, kontraksi otot, penggumpalan darah, menjaga permeabilitas membran sel, mengatur fungsi hormon sebagai faktor pertumbuhan. Kalsium tulang berada dalam keadaan seimbang dengan kalsium plasma pada konsentrasi kurang lebih 2,25 – 2,60 mmol/1 (9-10,4 mg/100ml).

Pentingnya Kalsium Bagi Kesehatan Tulang

Tulang normal terdiri dari lapisan “tulang padat” yang mengelilingi lempengan dan “serabut tulang” atau tulang berongga yang diselingi sumsum tulang. Penyusun utama tulang adalah kalsium dan fosfor, serta protein yang disebut kolagen. Struktur tulang mirip beton pada bangunan, komponen kalsium dan fosfor membuat tulang keras dan kaku mirip semen, sedangkan serat-serat kolagen membuat tulang mirip kawat baja pada beton tersebut. Kekuatan rangka tulang sangat ditentukan oleh tulang padat, namun tulang berongga juga ikut berperan penting.

Densitas atau kepadatan tulang sangat ditentukan oleh tulang padat, namun tulang berongga juga ikut berperan penting. Densitas atau kepadatan tulang berbeda menurut umur, kemampuan penyerapan kalsium lebih tinggi pada masa pertumbuhan dan semakin menurun pada masa dewasa hingga proses menua.

Penyerapan pada laki-laki lebih tinggi daripada perempuan pada semua golongan usia. Tulang pada tubuh manusia bukanlah benda yang statis, namun merupakan jaringan hidup yang dinamis, menyerap dan melepaskan kalsium terus-menerus. Dalam keadaan normal, tulang senantiasa berada dalam keadaan seimbang antara proses pembentukan dan penghancuran. Pada usia anak-anak hingga usia remaja adalah usia penting untuk menabung kalsium dalam tulang. Pada usia remaja 75 – 85 persen massa tulang yang akan dimiliki pada saat dewasa telah terbentuk.

Proses pembentukan dan penimbunan massa tulang mencapai kepadatan maksimal pada usia 35 tahun. Semakin bertambah usia semakin sedikit jaringan tulang yang dibuat, dan semakin banyak jaringan tulang yang dirombak sesudah usia 35 tahun, setiap tahunnya akan terjadi kehilangan massa tulang sebesar 0,5 persen. Menurut para ahli, banyak faktor yang berperan dan mempengaruhi keseimbangan tersebut, antara lain:

1. Usia

2. Genetik

3. Faktor hormonal

4. Obat-obatan tertentu

5. Gaya hidup

Kebutuhan Kalsium

Tubuh mendapatkan unsur kalsium dari makanan sehari-hari. Tetapi tahukah Anda ada berapa jumlah kebutuhan kalsium yang diperlukan tubuh kita? Angka kecukupan rata-rata sehari kalsium berdasarkan Recommended Daily Allowance (RDA) USA :

• Anak-anak 800 mg

• Remaja 1200 mg

• Dewasa 1000 mg

• Ibu hamil & menyusui 1200mg

• Usia lanjut & menopause 1200 mg

Rata-rata tubuh dewasa memerlukan asupan kalsium sebesar 800 – 1000 mg tiap hari, sedangkan bila kita mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna jumlah kalsium yang diberikan hanya berkisar antara 250 – 320 mg. Artinya tubuh masih kekurangan kalsium sebesar 680 – 750 mg setiap hari. Bayangkan bila itu terjadi pada kita selama terus-menerus, selama bertahun-tahun. Bahan makanan sumber kalsium utama adalah susu dan hasil olahannya, ikan yang dimakan dengan tulang, serealia, kacang-kacangan, tahu dan tempe, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli.

Akibat Kekurangan Kalsium

Osteoporosis merupakan penyakit yang sering dikaitkan dengan kurangnya kalsium dalam tubuh. Osteoporosis dicirikan oleh rendahnya massa tulang dan kemunduran struktur jaringan tulang yang menyebabkan kerapuhan. Bila tidak dicegah atau bila tidak ditangani, proses pengeroposan akan terus berlanjut sampai tulang menjadi patah dan penderita mengalami kesakitan dalam melakukan pergerakan anggota tubuhnya. Patah tulang ini umumnya akan terjadi pada tulang belakang, tulang panggul dan pergelangan tangan.

Kekurangan kalsium umumnya tidak dirasakan pada awalnya. Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, tulang menjadi kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh. Apabila massa tulang tidak mencapai maksimal pada usia 30 tahun, maka kehilangan kalsium pada usia 50 tahun semakin besar, sehingga resiko patah tulang akibat osteoporosis semakin besar. Kurangnya kalsium tidak hanya menyebabkan osteoporosis, tetapi juga dapat mengakibatkan penyakit yang serius, seperti hipertensi, diabetes, jantung dan stroke.

Bagaimana Melakukan Tes Kepadatan Tulang

Berdasarkan densitas massa tulang dapat dilakukan dengan pemeriksaan X-Ray, akan tetapi ada cara yang lebih sederhana untuk screening awal dapat dilakukan dengan alat Bone Mineral Densitometri. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan 2 standard yaitu Z score dan T score. Alat yang lebih sering digunakan adalah T score, WHO memberikan kriteria sebagai berikut:

• Normal : Nilai T pada BMD > -1

• Osteopenia : Nilai T pada BMD-1 sampai-2,5

• Osteoporosis : Nilai T pada BMD < -2,5.

http://www.analisadaily.com
Dipublikasi di Uncategorized | Tag | 2 Komentar

CINCAU HITAM, PELEPAS DAHAGA

Bagi penggemar makanan tradisional Indonesia, kehadiran cincau atau camcao hitam pastilah bukan hal aneh. Membayangkan wujudnya saja, imajinasi kita akan langsung terbang melayang ke segelas minuman dingin yang lezat dan nikmat. Regukan cincau dingin di tengah-tengah teriknya matahari di musim panas, merupakan pengusir dahaga yang cukup ampuh. Niscaya kita pun menjadi semakin ketagihan.

Kita mengenal dua jenis cincau, yaitu cincau hijau dan cincau hitam. Keduanya berbeda dalam hal warna, cita-rasa, penampakan, bahan baku, dan cara pembuatan. Cincau hijau dibuat dari daun cincau (Premna oblongifolia Merr) tanpa proses pemanasan. Sedangkan cincau hitam dibuat dari seluruh bagian tanaman janggelan dengan bantuan proses pemanasan dan penambahan pati serta abu “Qi”. Kedua cincau tersebut rasanya enak, kenyal, dan hampir menyerupai agar-agar.

Tanaman janggelan dapat diekstrak menghasilkan komponen pembentuk gel berupa hidrokoloid. Gel ini bersama-sama dengan sejumlah pati dan abu “Qi” mampu membentuk gel yang kokoh dan kuat. Gel yang terbentuk inilah dikenal dengan istilah cincau hitam.
Tingkat kekerasan gel cincau hitam pada umumnya lebih baik dibandingkan cincau hijau. Dengan demikian cincau hitam lebih tahan terhadap proses “sineresis”, yaitu keluarnya cairan dari gel, sehingga gel menjadi mudah hancur dan kehilangan sifat kenyalnya. Itulah sebabnya cincau hitam banyak diperjualbelikan di berbagai tempat, sedangkan cincau hijau biasanya hanya dibuat untuk keperluan sendiri atau dijual dengan masa simpan sehari.

Cincau hitam umumnya disajikan bersama-sama dengan potongan-potongan kecil buah-buahan, irisan kelapa muda, sirup encer, atau sebagai es campur. Yang paling populer di masyarakat adalah sebagai bagian dari es campur. Cincau dan es campur adalah dua wujud yang tak terpisahkan, karena tanpa cincau dapat dipastikan es campur akan terasa kurang lengkap dan kurang sedap.

Kini penggunaan cincau semakin meluas, akrab dengan semua lapisan masyarakat dan dapat dijumpai di warung-warung pinggir jalan, kaki lima, gerobak dorong, pasar tradisional, pasar swalayan, restoran, hotel berbintang, dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya.

TANAMAN JANGGELAN

Bahan baku utama cincau hitam adalah tanaman janggelan (Mesona palustris BL). Tanaman janggelan merupakan tanaman perdu. Tingginya antara 30-60 cm. Tanaman janggelan tumbuh dengan baik pada ketinggian antara 150-1.800 meter dari permukaan laut. Tumbuh menyebar di Jawa Barat (sekitar Gunung Salak, Batujajar, Ciampea, dan Ciomas), Jawa Tengah (Gunung Ungaran, Gunung Ijen), Sulawesi, Bali, Lombok, dan Sumbawa

Dengan semakin digemarinya cincau hitam oleh seluruh lapisan masyarakat, maka tanaman janggelan mempunyai nilai ekonomis yang semakin penting. Pembudidayaannya sangat mudah karena tidak memerlukan pemeliharaan yang khusus. Penanaman dilakukan dengan pola tanam tumpang sari, bersama-sama dengan tanaman lain, seperti kacang panjang, cabe, kedelai, jagung, dan mentimun.

Setelah berumur 3-4 bulan dari saat tanam, dilakukan pemanenan pertama dengan cara memotong sebagian tanaman menggunakan sabit sehingga bagian yang tertinggal dapat tumbuh kembali. Pada pemanenan yang kedua, semua tanaman dicabut sampai ke akar-akarnya. Panen terbaik dapat dilakukan pada bulan ketujuh setelah ditanam. Pohon janggelan yang telah dipanen selanjutnya dikeringkan dengan cara menghamparkannya di atas permukaan tanah, hingga warnanya berubah dari hijau menjadi coklat tua. Tanaman
cincau yang telah kering inilah yang merupakan bahan baku utama pembuatan cincau hitam.

NILAI GIZI

Daun janggelan (bahan utama cicau hitam) mengandung nilai gizi yang cukup baik per 100 gramnya, terutama jika ditinjau dari kandungan mineral dan vitaminnya (lihat Tabel). Akan tetapi cincau hitam (produk jadi) merupakan bahan makanan yang sangat minim kandungan gizinya. Kandungan terbesar adalah air, hampir mencapai 98 persen. Dengan alasan ini banyak orang yang menggunakan cincau hitam sebagai makanan rendah energi untuk tujuan diet, baik karena alasan kesehatan maupun untuk keperluan melangsingkan tubuh. Cincau dapat dimakan dalam jumlah banyak tanpa perlu khawatir menjadi gemuk.

Walaupun sumbangan gizinya sangat kecil, tetapi kehadiran cincau dalam minuman dingin sering dilakukan untuk menciptakan warna-warni yang menarik dan kontras. Tentu juga untuk membantu menimbulkan sensasi rasa dan imajinasi yang mengasyikkan saat minuman diteguk dan menggelinding di tenggorokan.

Selain sebagai bahan makanan, cincau juga memiliki kegunaan sebagai obat. Konon cincau dapat digunakan sebagai penurun panas badan, demam, sakit perut (perut mual), diare, batuk, pencegah gangguan pencernaan, dan penurun tekanan darah tinggi.

CARA MEMBUAT

Sampai saat ini cara pembuatan cincau hitam masih dilakukan dalam skala kecil sebagai industri rumah tangga dengan teknologi yang sangat sederhana, tradisional, dan tetap turun-temurun. Hal ini menyebabkan mutu gel cincau hitam yang dihasilkan sangat bervariasi.

Seperti telah disebutkan di atas bahan baku utama pembuatan cincau hitam adalah tanaman janggelan (termasuk daun, batang, dan akarnya). Selain itu diperlukan abu “Qi”, air, dan pati tapioka. Kekuatan dan sifat gel cincau sangat ditentukan oleh tiga serangkai tdã”ebut, yaitu: tanaman janggelan kering, pati tapioka, dan jumlah air yang ditambahkan.

Alat+î,at yang dibutuhkan dalam pembuatan cincau hitam adalah sangat sederhana, yaitu berupa: drum besar, kaleng bekas minyak yang telah dibersihkan, pengaduk kayu, kain saring, dan tungku.

ABU QI

Abu “Qi” adalah istilah dalam perdagangan yang telah dikenal luas oleh perusahaan rakyat pembuat cincau hitam. Zat tersebut berupa kristal berwarna cokelat muda sampai cokelat tua. Abu “Qi” dapat dibeli di toko-toko kimia atau kelontong. Sifat khasnya adalah mudah larut dalam air. Pada keadaan terbuka di suhu ruang, partikel ini cepat sekali menyerap air. Oleh karena itu harus disimpan di tempat yang tertutup rapat.

Abu “Qi” merupakan komponen yang sarat akan mineral, seperti: natrium, fosfor, kalium, magnesium, besi, mangan, tembaga, seng dan sebagainya. Tujuan penambahan komponen ini adalah untuk memperkeras tekstur gel yang dihasilkan. Cincau hitam dengan tekstur yang lebih keras umumnya lebih disukai daripada yang teksturnya lunak. Semakin keras tekstur gel cincau, maka semakin awet cincau tersebut.

Bila abu “Qi” susah didapat, maka sebagai gantinya dapat digunakan air “Qi” yang dapat dibuat sendiri dengan cara merendam abu merang padi di dalam air selama semalam. Air rendaman tersebut kemudian dibersihkan dan disaring. Hasil saringan yang jernih, tidak berwarna dan terasa licin ini dikenal dengan istilah air “Qi”. Air “Qi” ini bersifat basa dengan pH (tingkat keasaman) sekitar 8-9.

PATI TAPIOKA

Dalam pembuatan cincau hitam, pati tapioka merupakan komponen penting. Tanpa penambahan pati, maka gel yang diharapkan tidak akan terbentuk. Selain itu, tapioka juga berguna untuk meningkatkan rendemen (hasil akhir cincau) dan meningkatkan nilai energinya.

Perbandingan antara jumlah tanaman janggelan kering, abu “Qi”, air, dan tapioka yang digunakan sangat bervariasi, dan pada akhirnya akan sangat menentukan mutu cincau yang dihasilkan. Penentuan ini hanya berdasarkan pengalaman, yaitu bila digunakan 1 kg tanaman janggelan kering, maka dibutuhkan sekitar 0,1-0,3 kg abu “Qi”, 0,2-0,4 kg tapioka, serta 20-50 liter air.

Berdasarkan pengalaman, diketahui bahwa tanaman janggelan yang mempunyai batang dan daun yang lebih kecil tetapi relatif lebih berat dapat menghasilkan gel cincau yang lebih banyak dibandingkan dengan tanaman janggelan yang batang dan daunnya lebih besar tetapi beratnya relatif lebih ringan. Mutu tapioka dan air yang digunakan sangat menentukan daya tahan atau keawetan cincau yang dihasilkan.

Lantas bagimana tiga serangkai tadi diolah hingga tercipta cincau? Pembuatannya termasuk sangat mudah, tanaman janggelan kering yang sudah bersih dididihkan dalam campuran air abu dan abu “Qi”, serta air. Setelah dingin, larutan disaring. Ekstrak yang diperoleh dimasak kembali setelah ditambahkan air dan tepung tapioka. Selama dimasak, adonan harus terus diaduk hingga gel yang telah terbentuk selama gelatinisasi akan pecah kembali.

Setelah itu adonan cincau dapat dituang dalam kaleng-keleng yang berfungsi sekaligus sebagai pencetak. Kalau Anda membuatnya malam hari, pagi hari, cincau sudah bisa dijual. (penulis : Made Astawan)

Tabel Komposisi gizi daun cincau per 100 gram bahan mentah

Komponen Gizi Daun Cincau
Energi (kkal) 122
Protein (g) 6
Lemak (g) 1
Karbohidrat (g) 26
Kalsium (mg) 100
Fosfor (mg) 100
Besi (mg) 3,3
Vitamin A (SI) 10750
Vitamin B1 (mg) 80
Vitamin C (mg) 17
Sumber: Direktorat Gizi, DepKes (1992)
Dipublikasi di Uncategorized | Tag | 11 Komentar