Perajin Cincau Pun Menangguk Untung

Bulan puasa memang bulan penuh sukacita dan berkah bagi semua kalangan. Apabila umat Islam sudah menunggu-nunggu datangnya bulan suci itu, perajin bahan makanan dan makanan jadi juga tak kalah heboh menyambut datangnya bulan penuh makna tersebut.

Sebutlah Warni Sunarko (28). Pemuda asal Magetan, Jawa Timur, yang memiliki keahlian membuat cincau itu sudah pasti menangguk untung yang lumayan di bulan Ramadhan ini. Padahal, dapat dipastikan pada hari biasa dagangannya tidak selaku di bulan puasa.

Tahun 2000 Warni datang ke Lampung untuk membantu kakaknya memproduksi cincau hitam. Setelah merasa mampu memproduksi sendiri, ia pun membuka usaha cincau hitam pada 2005 di Jalan Pelita, Pasir Gintung, Bandar Lampung.

Melalui usaha yang dibukanya itu, ia mengawali produksi cincau hitam hanya beberapa loyang per hari. Di luar bulan puasa, Warni bisa memproduksi sebanyak 30 loyang per hari.

Berkat informasi getok tular atau informasi dari mulut ke mulut, cincau buatan Warni ternyata disukai warga Lampung. Kesukaan itu terlihat dari makin besarnya permintaan cincau hitam produksi Warni yang pada bulan puasa ini mencapai 450-500 loyang per hari.

Satu loyang kayu ukuran 20 x 50 sentimeter itu setara dengan 13 kilogram cincau beku. Warni menjual cincau yang ia beri merek dagang Arjuna seharga Rp 30.000 per loyang.

Berdasarkan pengalaman tahunannya, permintaan akan cincau hitam itu sangat meningkat pada dua minggu pertama bulan puasa. Pedagang minuman atau makanan jadi akan berebutan memesan cincau dari pabrik Warni, entah untuk dijual kembali atau dijual dalam bentuk makanan jadi.

Magetan

Saat ini saja ia sudah kewalahan menerima pesanan cincau dari pedagang makanan musiman. Jauh-jauh hari ia sudah mendapatkan pesanan cincau untuk dikirim ke Metro, Bandarjaya, Kotabumi, Gadingrejo, Pringsewu, dan Kota Agung. Bahkan, pesanan juga datang dari Jakarta dan Tangerang.

Dibantu sembilan tenaga kerjanya, setiap hari Warni akan merebus 13 kilogram daun janggelan atau daun cincau yang ia datangkan khusus dari Magetan, Jawa Timur. Perebusan dengan menggunakan air sebanyak 500 liter yang dicampur dengan tepung sagu secukupnya akan cukup mengisi ratusan loyang kayu yang sudah disiapkan.

Setelah adonan itu mendidih, para pekerjanya akan menurunkan cairan yang sudah disaring untuk dituang ke dalam loyang. Pelan-pelan dan satu demi satu loyang kayu yang ia hamparkan di lantai diisi cairan panas cincau.

Tanpa harus ditunggu sampai dingin, dalam keadaan setengah membeku, loyang cincau akan disusun ke atas dan diangin-anginkan supaya proses pembekuan berjalan cepat. Semua proses pemasakan dan pembekuan cairan panas air cincau itu membutuhkan waktu sekitar tiga jam.

Warni menuturkan, pemilihan loyang dari kayu menjadikan cita rasa cincau yang memang berasal dari daun akan unik. “Loyang dari kayu bertemu dengan cairan dari daun, natural ketemu natural, pasti cita rasanya lebih alami,” kata Warni memberikan alasan.

Setelah cairan di loyang membeku, pekerja Warni akan mengantarkan cincau kepada pemesan langsung. Warni jarang melayani penjualan cincau di pabriknya tanpa memesan terlebih dahulu.

Warni menjaga betul kualitas cincaunya, khususnya terkait dengan kebersihannya. Dengan perlakuan itu, cincau yang ia produksi mampu bertahan selama tiga hari tanpa harus dimasukkan ke dalam lemari es. Apabila disimpan di dalam lemari es, cincau produksinya bisa bertahan selama satu minggu.

Kesibukan semacam itu setiap hari dijalani Warni dan pekerjanya sejak pukul 07.30 hingga 21.00 selama dua minggu berturut-turut. Irama kerja seperti itu akan berubah jika bulan puasa sudah memasuki minggu ketiga.

Pada masa itu cincau Arjuna buatan Warni perlahan-lahan akan ditinggalkan pemesannya. Ini terjadi seiring dengan persiapan warga menyambut Idul Fitri. Akan tetapi, bagi Warni, dua minggu itu sudah cukup untuk menangguk keuntungan tahunannya.

Memasuki minggu ketiga, warga akan sibuk membuat kue-kue dan sajian hidangan Idul Fitri dan tidak lagi terlalu membutuhkan cincau.

Meskipun pesanan menurun, para pekerja cincau tetap senang. Setidaknya mereka mendapatkan tambahan penghasilan dari pekerjaan lembur memproduksi cincau hingga malam hari. (Helena Nababan)

Kompas
About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Perajin Cincau Pun Menangguk Untung

  1. suyuthi salim berkata:

    pabrik cincau tersebut setiap hari bisa menghasilkan berapa loyang?ada nmr tepl-nya kah?kalo bisa cantumkan nmr telp/hp yg bs di hubungi.

  2. suyuthi salim berkata:

    kami produksi soda ki atau yg biasa disebut soda abu yg menjadi salah satu bahan pembuatan cincau hitam .jika anda minat hubungi kami di no 081229020110/02955551114.

  3. Prabowo berkata:

    Artikelnya sangat bagus pak, mohon ijin copy ya.
    Yang butuh Bibit pohon cincao aneka jenis: Hitam, Hijau bulu, hijau cina silakan kontak ke 082136712513 Trims Prabowo Jogja

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s